tuh gan demi agan. gua pakein keylogger di komp sendiri... salah satu cirinya klo bisa kita liat pake program PROSESXP .. soalna di warnet/game center TASK MANAGER selalu di buat disable.. lo bisa bawa program ini di flash disk...
saat pake program itu tanda2 keylogger..
1. berwarna kuning saat di liat.. soalnya dia lagi kerja. merekam semua yang kita ketik
2. kolom ke 3 ama 4 nya kosong.. ngak ada nama description ama company nya...
3. rata2 namanya : ( server.exe.. Yourkeylogger.exe.... logger.exe ) dan semacamnya..
4. lambangnya klo gua pake BKB keylogger lambangnya kek gitu.( red devil ).. tapi kebanyakan lambangnya kek program gua yang paling bawah.. kotak putih atasnya ada biru
semua keylogger pasti kebaca kok ama program ini... gua punya banyak keylogger dari mulai yang gratis ampe yang mesti beli ama bule.. dari yang kedetect ampe yang ngak kedetect sama sekali ama semua anti virus ..... tapi klo di pake di komp.. pasti keliatan di program diatas........ ( pengalaman nge-hack komp di warnet2 ).. ..heheheh... sry bantu yang gua tau aja... klo ada cara lain bisa post disini
cara matiinnya : klik kanan trus pilih kill proses... selesai masalah anda ( keyloggernya ngak aktif ) tapi lebih aman pindah komp.. lebih aman lagi pindah warnet.. mu paling aman.. jangan maen komputer.. hahahaha )
klo bermanfaat gua terima apa aja.. hahahaha...
btw itu kan cara disable keylogger.. klo ada yang mau belajar cara masang keylogger di komp temen.. ato mu yang lebih sulit.. masang keylogger di warnet.( karena make deepfreeze dan ada program ngak support keylogger ) gua bisa bantu ajarin.. tapi hasilnya bagi2 gan -- ( sedia juga berbagai macam keylogger FUD gratisan dan bayar ) bahas sama om yang diatas. ane cuma mau tambahin ini gan. Ada juga keylogger yang berbentuk hardware, kaya gini bentuknya :
Spoiler for Keylogger: kalo nemuin yang begituan, mending ambil aja, trus pindah ke warnet laen. Udah pasti tu warnet g beres (punya niat g bagus).
Sesuai judul, saya mo jual warnet 10 pc & seluruh isinya [Warnet WIEDNET], yg terletak di jl. kober no.6 rt 3/4 pondokcina depok 16424
10 pc termasuk pc billing/ operator, semua menggunakan os windows xp ori yg sudah ber-MSRA
spek :
Os : windows xp home sp2 original
proc : Amd 2800
memory : 512 mb
Hd[client]: 80Gb, [server]:120Gb
vga & ethernet card : shared
monitor 15 inc digital saphire
mouse
keyboard
webcam
headset
aplikasi2 di client pake FOSS, kecuali :
billing kita pake bajakan dari bex [billing explorer]
aplikasi FOSS:
open office, firefox, GIMP, x-chat 2, inkscape, 7zip, sumatra PDF, Smadav, ansav, nod32 antivirus
properties:
Ac 3/4pk 650watt, listrik 3500watt, internet pake speedy office 1 line,printer 3 in 1 lexmark, speaker aktif sonic gear 200, 2 switch 8 port, modem asdl sanex, tempat lesehan : meja kecil karpet bantal sekat tripek yg dikasih bingkai [ mudah dilepas].
Berikut Alasan warnet dijual:
1. melanjutkan study ke luar negeri [australia]
2. seluruh rumah tanah tempat berdirinya warnet akan dijual
rencana jual :
1. tempat usaha statusnya kontrak [ 15 jt/thn] , sudah jalan 2 tahun dan tahun ini tahun ke-2, habis kontrak pd bln maret. mengingat pada bulan juni saya harus terbang ke austaralia, sedang kontrak habis pada bln maret, maka sisa waktu 4 bulan itu rencana saya ambil kontrak perbulan, sampai warnet laku terjual.
2. berhubung pemilik kontrakan akan menjual tanah beserta isinya [ 2000an meter persegi] dlm waktu dekat ini, rencana tgl.15 bln ini atau sampai habis kontrak [maret] , kontrakan sudah harus dikosongkan , maka mau tak mau, warnet harus segera pindah tempat / relokasi atau dijual
berikut detail warnetnya:
warnet kita bernama :
wiednet. alamat :
jl.kober no.6 rt 3/4 pondokcina -depok [ dari arah jkt /pasar minggu - fly over depok- tugu selamat datang depok , maju dikit ada jln.kober masuk kira2 100m Sebelah kanan jln]. User warnet sebanyakan mahasiswa/wi UI & BSI, yang ngekos di daerah kober -ui depok, pelanggan kita sudah banyak, yang sebagian besar mahasiswa/wi UI, yang tiap harinya menghabiskan waktunya 1-2 jam /hari, kebanyakan menggunakan internet untuk cek nilai, tugas dari kampus, selebihnya digunakan untuk browsing [ friendster, yahoo, google, dll] & chatting [ ym, mirc], lalu print, scan serta burning.
omzet warnet perhari normal antara 250 rb- 300an . omzet warnet pada waktu liburan panjang / masa ujian mahasiswa/wi antara 200rb- 250rb potensi yang belum tergarap :
berhubung rencana saya study bulan 6 ini, ada potensi yg belum tergarap / tercover sampe saat ini. kebanyakan mahasiswa/wi ui disekitar warnet mempunyai notebook /laptop sendiri & jumlahnya tidak sedikit , saya prediksikan diatas 20 orang [krn disini kebanyakan kost2an mewah/ elit, terutama kebanyakan kosan cewek yang penghuninya cakep2 dan tentunya sangat2 end user [awam komputer]. potensi tersebut yakni : membuat/ mendirikan semacam hotspot / wireless rtrwnet & tentunya ini dapat menambah omzet warnet perblnnya. keinginan saya, kalo bisa usaha warnet ini tetap dilanjutkan, sayang aja karena sudah stabil dan pelanggan sudah banyak. untuk tempat pastinya relokasi / pindah tempat yg baru , krn tempat yg lama akan dijual. Untuk relokasi letaknya di sebelah warnet pas & 50 mtr dari warnet. ditawarkan dengan harga : 25juta, untuk hal2 yang belum jelas bisa tanyakan langsung ke saya via telpon / dtg lansung ke lokasi warnet. terimakasih. slamet widodo aka kang_paijo [seller sepatu &sandal GEOX fjb catatan : Peminat serius langsung hubungi saya di 081380039514.ditunggu sampe tgl 14 januari! Saya akan ignore postingan /pm yg tidak penting /serius, tp klo Pm order sepatu bolehlah sekali lagi, thx!
|
Setting otomatis modem speedy
Telkom merilis aplikasi terbaru untuk modem speedy, yakni Speedy Auto Setting versi 1.0. Dengan bantuan software ini, para pelanggan internet tak perlu lagi repot-repot mengatur setting koneksi modem.
EGM Divre II Telkom, Mas’ud Khamid menyatakan, aplikasi ini sebagai bentuk inovasi dari pihak Telkom untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi internet yang kian pesat.
Dengan aplikasi autosetting, lanjutnya, pelanggan tidak hanya lebih mudah melakukan instalasi dan setting modem, tetepi juga setting ulang pasca aktivasi atau saat maintenance.
“Yang pasti dengan melakukan setting modern secara mandiri, maka akan mengurangi biaya instalasi setter bagi pelanggan,” jelas Masud dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/412009).
Aplikasi autosetting dengan bentuk antarmuka program sederhana ini bisa untuk melakukan setting standar pada berbagai jenis modern ADSL. Pelanggan cukup memasukkan username dan password-nya secara benar, maka aplikasi ini akan langsung meng-generate setting standard Speedy sesuai dengan koneksi ADSL-nya.
Saat ini, aplikasi versi 1.0 ini dirancang untuk dapat digunakan pada berbagai jenis modern, antara lain :
1. Dare Global (DB108E)
2. JK Network (YKDB108-E)
3. IP Link (TD-8816)
4. Aztech (DSL605EU)
5. Abbatech (TX3)
6. Astoria (AR3513S)
7. Sanex (SA5100)
8. Prolink (H9200R)
9. dan Tecom
Sekarang ini banyak orang yang sedang mencari peluang bisnis dibidang warnet, cuman masalahnya banyak yang kurang mengerti mengenai perhitungan untung ruginya. Dengan hanya bermodalkan tempat yang sudah ada dan beberapa unit komputer, banyak yang langsung terjun ke bisnis ini tanpa menganalisa terlebih dahulu. Setelah berjalan, katakanlah 1-2 tahun biasanya warnet ini akan tutup atau dioperkan ke orang lain yang akan mencoba lagi keberuntungannya.
Berikut ini, kita akan coba menghitung lebih detail tentang bisnis ini.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan/diperhatikan oleh seseorang sebelum memulai usaha warnet. Antara lain :
1.Lokasi/tempat
Apakah tempat kita membuka warnet termasuk tempat yang strategis ? Perkiraan pengunjung yang datang nantinya kira-2 berapa orang per hari ? Ini akan menentukan jumlah pc yang harus disediakan nantinya. Semakin banyak pc yang tersedia tentunya semakin menguntungkan kita, dengan catatan harus ada yang datang bermain. Ada saat-saat tertentu, warnet kita ramai, dan terjadi antrian, tapi kadang-2 dari semua pc yang kita sediakan, hanya terisi 1-2 orang saja.
2.Spec Komputer
Di daerah sekitar kita, apakah sudah ada warnet ? Bagaimana spec komputernya ? Ini akan menentukan spec komputer yang kita gunakan nantinya. Jika daerah kita belum ada warnet, dan katakanlah, daerah kita agak berada di pinggiran, kita bisa berhemat dengan menggunakan spec komputer yang lebih rendah. Bayangkan juga bila kita berada di pusat kota, dengan banyak warnet yang memakai computer dengan spec tinggi, dengan lcd wide screen. Tentunya kita juga harus menyesuaikan warnet kita dengan warnet saingan kita.
Satu hal lagi, spec komputer untuk browsing /chatting saja tidak perlu tinggi-2 amat, lain halnya kalo warnet kita mau dijadikan game center, dengan aneka games tinggi dan online.
3.Harga jual dan jam operasional
Bermain di warnet, biasanya dihitung dengan biaya per jam. Tetapi ada juga yang membuat paket, misalnya paket 1 minggu berapa atau ada juga yang paket bulanan. Hal ini tergantung dari situasi kondisi di lapangan dan juga permintaan dari pelanggan. Di pasaran biasanya harga bermain di warnet sekitar Rp. 2500 s/d rp. 5000,-/jam. Untuk tempat2 yang elit, bisa saja mencapai Rp. 10 ribu per jam atau lebih.
Semakin panjang jam buka warnet kita, tentunya semakin banyak omset yang kita. Tetapi ini juga akan membuat biaya operasional kita menjadi lebih mahal, karena kita harus membayar lebih untuk biaya listrik dan gaji karyawan.
4.Dikelola secara professional atau sistem kekeluargan ?
Ini salah satu poin penting juga, karena selama ini, mungkin kita tidak pernah menghitung biaya sewa gedung, karena dianggap toh punya sendiri. Hal ini sebenarnya harus kita hitung, walaupun tempatnya gratis. Karena kalau tidak kita hitung, kita tidak tahu dengan pasti apakah bisnis kita ini layak diteruskan atau tidak. Kalo misalnya tempat yang akan kita gunakan ini, tidak digunakan untuk warnet, tentunya bisa disewakan ke orang lain, dan ini akan memberikan penghasilan bagi kita. Mungkin saja nanti setelah dihitung-2 dengan analisa yang akan diberikan dibawah, lebih untung menyewakan tempat kita daripada kita sendiri yang buka warnet.
Poin lainnya adalah tenaga kerja, banyak usaha warnet yang dijaga oleh pemiliknya langsung atau mungkin juga adik atau kakak atau family dari ownernya. Dan biasanya mereka tidak mengambil gaji, tetapi hanya mengambil keuntungan dari warnet. Seharusnya walaupun yang jaga adalah saudara kita atau kita sendiri sebagai owner, kita juga harus mengambil gaji seperti kalo kita menggaji orang.
5.Penyusutan computer dan gedung.
Ini adalah poin terpenting dalam bisnis warnet. Rata-rata warnet kecil dibuat tanpa menghitung penyusutan computer. Jadi perhitungan mereka simple saja, dalam 1 bulan dapat omset dari warnet misalnya 10 juta, trus dipotong gaji karyawan, listrik, biaya internet, dan lain sebagainya katakanlah total 6 juta, maka keuntungan mereka perbulan adalah 10 juta – 6 juta = 4 juta. Dalam setahun 12 bulan x 4 juta = 48 juta. Bisnis yang lumayan bukan ?
Seharusnya keuntungan 4 juta itu, harus dipotong dulu dengan yang namanya penyusutan komputer. Biasanya kita hitung, satu unit komputer itu dinolkan (dianggap tidak bernilai lagi) dalam waktu 3 tahun. Jadi kalo harga 1 unit komputer 3 juta, maka biaya penyusutan per bulan adalah : Rp 3 juta / (3 tahun x 12 bulan) = Rp. 83.333. Kalo kita ada 10 unit komputer, maka kalikan saja dengan 10 unit, berarti perbulan kita harus susutkan Rp. 833.333,- Uang ini nantinya kita pisahkan dan kita buat tabungan sendiri.
Untuk sewa gedung juga harus dibuat penyusutannya, supaya di tahun depannya, kita sudah ada dana untuk menyambung sewa gedung tersebut. Tidak lucu kalo misalnya setiap tahun, kita harus keluar modal lagi untuk sewa gedung ataupun upgrade PC.
Ok, sekarang coba kita buat analisanya dalam angka-angka supaya lebih mudah dimengerti.
1.Investasi awal :
1.Sewa gedung, asumsi rp. 10 juta per tahun
2.PC untuk warnet 10 pc, asumsi Rp. 3.500.000 /unit
3.PC untuk server 1 pc, asumsi Rp. 5.000.000 / unit
4.Biaya pembuatan perabot , asumsi rp. 5.000.000
5.Biaya instalasi jaringan, switch dan kabel, asumsi Rp. 2.000.000,-
6.Investasi lainnya, misalnya AC, line tel, listrik, cat ulang ruangan, asumsi Rp. 5.0000.000,-
Total Rp. 62.000.000,-
2.Biaya operasional :
1.Biaya koneksi internet, asumsi memakai speedy, Rp. 1.750.000 / bln.
2.Biaya gaji pegawai, asumsi 2 orang x Rp. 800.000, total Rp. 1.600.000 / bln
3.Biaya listrik dan tel, asumsi Rp. 1.000.000 / bln
4.Biaya lainnya (cadangan), Rp. 500.000 / bln
5.Biaya penyusutan,
*untuk gedung Rp. 10.000.000 / 12 bln = Rp. 833.333 / bln
*untuk pc dan server Rp. 38.500.000 / 36 bln = Rp. 1.069.000 / bln
*untuk lainnya, kita juga asumsi susut dalam 36 bln,
3.Omset Pendapatan
Dengan jumlah 10 komputer, dan jam buka 12 jam (jam 10 pagi s/d 10 malam), kemudian harga jual Rp. 3000 / jam. Maka maksimal keuntungan yang bisa kita dapat adalah
10 pc x 12 jam x Rp.3000 = Rp. 360.000 / hari.
Tapi ini adalah tidak mungkin, kita harus kalikan dengan tingkat kepadatan pengunjung yang datang. Biasanya kita asumsikan dengan nilai 50%, dalam arti rata-2 yang main setiap saat hanya setengah dari kapasitas warnet kita saja.
Maka keuntungan perhari adalah Rp. 360.000 x 50% = Rp. 180.000.
Untuk satu bulan, kita kali kan dengan 30 hari = Rp. 5.400.000,-
Dengan perhitungan diatas, maka usaha warnet kita tadi adalah rugi Rp. 5.400.000 – Rp. 7.0785.000 = Rp. 1.685.000 / bulan.
Sorry, bukan untuk mengecilkan semangat dalam usaha membuat warnet, tetapi ini adalah sekedar ilustrasi supaya kita lebih cermat dalam hitung-2an sehingga investasi yang kita tanam tidak sia-sia.
Ada beberapa poin yang bisa kita rubah supaya usaha warnet kita bisa untung, misalnya :
*Biaya koneksi internet dicari yang lebih murah, misalnya memakai paket office speedy, Rp. 750.000 / bulan. Ini bisa menghemat biaya internet kita sehingga rp. 1 juta /bulan. Atau bisa juga dengan mencari alternative radio link yang banyak dijual oleh pihak ketiga, diluar ISP resmi.
*Meningkatkan jumlah komputer, memperpanjang jam buka, meningkatkan tingkat kedatangan customer dengan membuat paket-2 yang menarik, mis paket main 5 jam, paket happy hour pada jam-2 sepi.
*Buat usaha tambahan selain warnet,misalnya dengan menyediakan penjualan minuman dan makanan ringan, sehingga ada omset tambahan.
*Menyediakan printer untuk bisa mencetak, biasanya dihitung per lembar.
*Menyediakan jasa download, jasa copy cd/dvd, penjualan accessories komputer, pulsa telepon, dan lainnya sepanjang tidak menggangu usaha warnet dan tidak memakan banyak tempat.
Sekarang ini banyak orang yang sedang mencari peluang bisnis dibidang warnet, cuman masalahnya banyak yang kurang mengerti mengenai perhitungan untung ruginya. Dengan hanya bermodalkan tempat yang sudah ada dan beberapa unit komputer, banyak yang langsung terjun ke bisnis ini tanpa menganalisa terlebih dahulu. Setelah berjalan, katakanlah 1-2 tahun biasanya warnet ini akan tutup atau dioperkan ke orang lain yang akan mencoba lagi keberuntungannya.
Berikut ini, kita akan coba menghitung lebih detail tentang bisnis ini.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan/diperhatikan oleh seseorang sebelum memulai usaha warnet. Antara lain :
1.Lokasi/tempat
Apakah tempat kita membuka warnet termasuk tempat yang strategis ? Perkiraan pengunjung yang datang nantinya kira-2 berapa orang per hari ? Ini akan menentukan jumlah pc yang harus disediakan nantinya. Semakin banyak pc yang tersedia tentunya semakin menguntungkan kita, dengan catatan harus ada yang datang bermain. Ada saat-saat tertentu, warnet kita ramai, dan terjadi antrian, tapi kadang-2 dari semua pc yang kita sediakan, hanya terisi 1-2 orang saja.
2.Spec Komputer
Di daerah sekitar kita, apakah sudah ada warnet ? Bagaimana spec komputernya ? Ini akan menentukan spec komputer yang kita gunakan nantinya. Jika daerah kita belum ada warnet, dan katakanlah, daerah kita agak berada di pinggiran, kita bisa berhemat dengan menggunakan spec komputer yang lebih rendah. Bayangkan juga bila kita berada di pusat kota, dengan banyak warnet yang memakai computer dengan spec tinggi, dengan lcd wide screen. Tentunya kita juga harus menyesuaikan warnet kita dengan warnet saingan kita.
Satu hal lagi, spec komputer untuk browsing /chatting saja tidak perlu tinggi-2 amat, lain halnya kalo warnet kita mau dijadikan game center, dengan aneka games tinggi dan online.
3.Harga jual dan jam operasional
Bermain di warnet, biasanya dihitung dengan biaya per jam. Tetapi ada juga yang membuat paket, misalnya paket 1 minggu berapa atau ada juga yang paket bulanan. Hal ini tergantung dari situasi kondisi di lapangan dan juga permintaan dari pelanggan. Di pasaran biasanya harga bermain di warnet sekitar Rp. 2500 s/d rp. 5000,-/jam. Untuk tempat2 yang elit, bisa saja mencapai Rp. 10 ribu per jam atau lebih.
Semakin panjang jam buka warnet kita, tentunya semakin banyak omset yang kita. Tetapi ini juga akan membuat biaya operasional kita menjadi lebih mahal, karena kita harus membayar lebih untuk biaya listrik dan gaji karyawan.
4.Dikelola secara professional atau sistem kekeluargan ?
Ini salah satu poin penting juga, karena selama ini, mungkin kita tidak pernah menghitung biaya sewa gedung, karena dianggap toh punya sendiri. Hal ini sebenarnya harus kita hitung, walaupun tempatnya gratis. Karena kalau tidak kita hitung, kita tidak tahu dengan pasti apakah bisnis kita ini layak diteruskan atau tidak. Kalo misalnya tempat yang akan kita gunakan ini, tidak digunakan untuk warnet, tentunya bisa disewakan ke orang lain, dan ini akan memberikan penghasilan bagi kita. Mungkin saja nanti setelah dihitung-2 dengan analisa yang akan diberikan dibawah, lebih untung menyewakan tempat kita daripada kita sendiri yang buka warnet.
Poin lainnya adalah tenaga kerja, banyak usaha warnet yang dijaga oleh pemiliknya langsung atau mungkin juga adik atau kakak atau family dari ownernya. Dan biasanya mereka tidak mengambil gaji, tetapi hanya mengambil keuntungan dari warnet. Seharusnya walaupun yang jaga adalah saudara kita atau kita sendiri sebagai owner, kita juga harus mengambil gaji seperti kalo kita menggaji orang.
5.Penyusutan computer dan gedung.
Ini adalah poin terpenting dalam bisnis warnet. Rata-rata warnet kecil dibuat tanpa menghitung penyusutan computer. Jadi perhitungan mereka simple saja, dalam 1 bulan dapat omset dari warnet misalnya 10 juta, trus dipotong gaji karyawan, listrik, biaya internet, dan lain sebagainya katakanlah total 6 juta, maka keuntungan mereka perbulan adalah 10 juta – 6 juta = 4 juta. Dalam setahun 12 bulan x 4 juta = 48 juta. Bisnis yang lumayan bukan ?
Seharusnya keuntungan 4 juta itu, harus dipotong dulu dengan yang namanya penyusutan komputer. Biasanya kita hitung, satu unit komputer itu dinolkan (dianggap tidak bernilai lagi) dalam waktu 3 tahun. Jadi kalo harga 1 unit komputer 3 juta, maka biaya penyusutan per bulan adalah : Rp 3 juta / (3 tahun x 12 bulan) = Rp. 83.333. Kalo kita ada 10 unit komputer, maka kalikan saja dengan 10 unit, berarti perbulan kita harus susutkan Rp. 833.333,- Uang ini nantinya kita pisahkan dan kita buat tabungan sendiri.
Untuk sewa gedung juga harus dibuat penyusutannya, supaya di tahun depannya, kita sudah ada dana untuk menyambung sewa gedung tersebut. Tidak lucu kalo misalnya setiap tahun, kita harus keluar modal lagi untuk sewa gedung ataupun upgrade PC.
Ok, sekarang coba kita buat analisanya dalam angka-angka supaya lebih mudah dimengerti.
1.Investasi awal :
1.Sewa gedung, asumsi rp. 10 juta per tahun
2.PC untuk warnet 10 pc, asumsi Rp. 3.500.000 /unit
3.PC untuk server 1 pc, asumsi Rp. 5.000.000 / unit
4.Biaya pembuatan perabot , asumsi rp. 5.000.000
5.Biaya instalasi jaringan, switch dan kabel, asumsi Rp. 2.000.000,-
6.Investasi lainnya, misalnya AC, line tel, listrik, cat ulang ruangan, asumsi Rp. 5.0000.000,-
Total Rp. 62.000.000,-
2.Biaya operasional :
1.Biaya koneksi internet, asumsi memakai speedy, Rp. 1.750.000 / bln.
2.Biaya gaji pegawai, asumsi 2 orang x Rp. 800.000, total Rp. 1.600.000 / bln
3.Biaya listrik dan tel, asumsi Rp. 1.000.000 / bln
4.Biaya lainnya (cadangan), Rp. 500.000 / bln
5.Biaya penyusutan,
*untuk gedung Rp. 10.000.000 / 12 bln = Rp. 833.333 / bln
*untuk pc dan server Rp. 38.500.000 / 36 bln = Rp. 1.069.000 / bln
*untuk lainnya, kita juga asumsi susut dalam 36 bln,
3.Omset Pendapatan
Dengan jumlah 10 komputer, dan jam buka 12 jam (jam 10 pagi s/d 10 malam), kemudian harga jual Rp. 3000 / jam. Maka maksimal keuntungan yang bisa kita dapat adalah
10 pc x 12 jam x Rp.3000 = Rp. 360.000 / hari.
Tapi ini adalah tidak mungkin, kita harus kalikan dengan tingkat kepadatan pengunjung yang datang. Biasanya kita asumsikan dengan nilai 50%, dalam arti rata-2 yang main setiap saat hanya setengah dari kapasitas warnet kita saja.
Maka keuntungan perhari adalah Rp. 360.000 x 50% = Rp. 180.000.
Untuk satu bulan, kita kali kan dengan 30 hari = Rp. 5.400.000,-
Dengan perhitungan diatas, maka usaha warnet kita tadi adalah rugi Rp. 5.400.000 – Rp. 7.0785.000 = Rp. 1.685.000 / bulan.
Sorry, bukan untuk mengecilkan semangat dalam usaha membuat warnet, tetapi ini adalah sekedar ilustrasi supaya kita lebih cermat dalam hitung-2an sehingga investasi yang kita tanam tidak sia-sia.
Ada beberapa poin yang bisa kita rubah supaya usaha warnet kita bisa untung, misalnya :
*Biaya koneksi internet dicari yang lebih murah, misalnya memakai paket office speedy, Rp. 750.000 / bulan. Ini bisa menghemat biaya internet kita sehingga rp. 1 juta /bulan. Atau bisa juga dengan mencari alternative radio link yang banyak dijual oleh pihak ketiga, diluar ISP resmi.
*Meningkatkan jumlah komputer, memperpanjang jam buka, meningkatkan tingkat kedatangan customer dengan membuat paket-2 yang menarik, mis paket main 5 jam, paket happy hour pada jam-2 sepi.
*Buat usaha tambahan selain warnet,misalnya dengan menyediakan penjualan minuman dan makanan ringan, sehingga ada omset tambahan.
*Menyediakan printer untuk bisa mencetak, biasanya dihitung per lembar.
*Menyediakan jasa download, jasa copy cd/dvd, penjualan accessories komputer, pulsa telepon, dan lainnya sepanjang tidak menggangu usaha warnet dan tidak memakan banyak tempat.