Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Monday, 6 February 2017

Cara ngubah uang 5 juta jadi omzet ratusan juta/bulan!

Ini adalah sharing super di dunia pertwitteran beberapa waktu yang lalu. Menginspirasi. Tentu saja. Oleh karena itu saya coba sharingkan di sini... :) Selamat menyimak.. Jeengg... Jeengg... Jeenggg... Kisah ini bermula dari seseorang yang hanya bermodal 5 juta yang kemudian mencapai omset jutaann... Wooowww?!!! *penulisnya terkaget-kaget sendiri* Btw kisah ini 1000% kisah nyata! *makin kaget* Ini adalah kisah seorang wanita muda yang berprofesi sebagai apoteker dengan gaji 1,5 juta sajah. Dengannya gaji yang hanya segitu, dia kemudian berpikir bagaimana caranya supaya dirinya bisa memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungannya. Jiwanya berontak! *penulis tegang* Yang kemudian dirinya dipertemukan dengan sosok burung super dengan nama @motivatweet. Cliiing... Cliing... Cliiinggg.. *semacam suara kalo ibu peri lagi keluar* Saat itu motty, panggilan akrab motivatweet membuka program yang namanya "Mentor Bisnis Motty". Tanpa berpikir panjang, gadis muda ini segera mendaftar. Dengan hanya bermodal KEYAKINAN. Jadi ceritanya nih, saat itu dia belum ada gambaran sama sekali mau bisnis apa. Dalam benaknya, yang penting "YAKIN aja dulu, nanti pasti kebuka jalan". Dan KEYAKINANNYA berhasil membawa ia lolos sampai seleksi final #MBM | Dan akhirnya resmilah ia menjadi salah Pasukan #MBM. Horeeee!!! *penulis joget-joget* Setelah di godok oleh motty melalui berbagai Pola MILYUNER yg Motty sampaikan di #MBM, jiwa pengusahanya mulai muncul, MINDSET nya MILYARAN! Wuuuhuuuuu~ *penulis berasa di hujani uang* MINDSET udah MILYARAN, tapi kondisinya masih NOL. Karena saat itu ia hanya pegang uang 5juta. TANPA ide BISNIS | NOL BESAR! Tanpa TAPI dan NANTI, selesai menerima Pola MILYUNER, ia langsung berburu kontrakan ruko! EKSYEN bertubi2! *pake kata bertubi2 penulis berasanya kayak di tonjokin T___T* Okeeyyy.. Lanjooottt~ Tibalah pada masa berburu kontrakan buat usaha. Di hari pertama dan kedua ketemu kontrakan yang sewanya 10-25 jt/bulan. Mahal boookkkk... Dan akhirnya baru di hari ketiga ketemu! Sewa: 7,5 jt/bulan! Alhamdulillaahh yaahh :") Karena modal terbatas, ia tak memperdulikan LOKASI, yg penting jalan dulu | Langsung ia DP 500rb ke pemilik tempat! Sampai ia DP sewa ini, ia masih BELUM TAHU mau buka usaha apa! Ini baru mental EKSYEN ala Pasukan #MBM. YAKIN DULU! Ini namanya ME-MELAR-KAN OTAK! Bikin kita jadi KE-PE-PET! ˆ⌣ˆ Makin kepepet, makin cepet MILYARAN! Sambil mikir, kebetulan ada tukang bakso langganan lewat. Karene ia penggemar bakso juga, jadi mikir "Jual bakso oke nih". Bermodalkan SEPIK (hasyeek) ia ajak si abang kerjasama. Eh gayung bersambut! Ternyata si abang lebih suka dapat gaji tetap. Tempat ada. Bisnis ada. Modal belom ketemu ˆ⌣ˆ Awalnya mau pake uang ortu, tapi takut keenakan, ia pinjem uang koperasi. Modal 20 juta dari koperasi ini ia sisihkan 1 juta ke #SedekahRombongan nya Mas @saptuari ˆ⌣ˆ Ini MENTAL KAYA! Bermodal foto bakso gabungan dari 5 tukang bakso lain yg ia ambil dgn HP nya. Mulailah ia berpromo sana sini ˆ⌣ˆ. Omzet hari pertamanya? 600 ribu! Josss! Keren abisss ˆ⌣ˆ Muehehe *terharu* :') Makin hari pelanggan makin banyak. Bermodal MINDSET MILYARAN + uang 5 juta | Saat ini bisnisnya sudah 2 cabang | Mau tau omzetnya? ˆ⌣ˆ Omzet cabang I ~> Bln 1 = 20jt, Bln 2 = 22jt, Bln 3 = 35 jt! | Cabang II ~> Bln 1 = 27jt, Bln 2 = 25jt, Bln 3 = 30jt! Baru lewat 1 thn di tgl 25 Maret lalu, saat ini ia punya 2 cabang + 10 karyawan.. Omzetnya? Nih: 150-170 jt/bln!! *penulis pingsan* SEGER ya liat omzet ratusan juta sebulan? Penulis antara seger dan pingsan liat perkembangan bisnisnya yang wuussshhh~ Ya, saat ini ia kebanjiran permintaan buka cabang dari berbagai kota ˆ⌣ˆ Perkenalkan, ini dia orangnya.. Salah satu Pasukan ZUPER #MBM ˆ⌣ˆ~> Mbak Dini Mawut Ini dia kakaknya, alias mbak dini *cantik bet... * Dan ini penampakan warung bakso cabang pertama :
Dan ini cabang ke dua : 





 Inspiratif banget kan perjuangan mbak dini. Ikut #MBM trus ngubah 5 juta jadi omzet ratusan juta. Bisa mencapai omzet ratusan juta dalam waktu kurang lebih setahun, MERINDING! Kalau mau kayak mbak mawut, eh mbak dini, juga jangan lupa follow motivatweet. Ikut program2nya si motty..tapi hati-hati jadi galau pingin resign :p Udah aah, penulis mau ikutan #MBM juga. Sukses MILYARAN buat semuanya yaaa... *terbang pake helikopter pribadi*

Tuesday, 31 January 2017

Herdian Nugraha ~ Hacker yang Direkrut Bukalapak Karena Keberhasilannya Menemukan Celah Keamanan Bukalapak dan Tokopedia

Herdian Nugraha
Image dari Liputan6.com
Kemampuan seorang hacker memang seringkali membuat banyak kalangan berdecak kagum. Apalagi jika situs yang dibongkar merupakan situs ternama dan dikenal memiliki tingkat keamanan yang canggih. Beberapa peristiwa pembobolan atau peretasan situs memang sudah banyak terjadi di dunia ini.
Meski kebanyakan kemudian tindakan peretasan ini menuai banyak kecaman karena merusak sistem keamanan, namun pada beberapa kasus, tindak pembobolan situs ini menarik sebuah perusahaan untuk merekrut sang hacker. Keahlian hacker ini memang kemudian diperlukan perusahaan untuk bisa membuat keamanan situsnya semakin kuat.
Kejadian perekrutan seorang hacker ini sendiri memang beberapa kali terjadi di luar negeri. Dan baru-baru ini peristiwa ini juga terjadi di Indonesia saat seorang hacker bernama Herdian Nugraha direkrut oleh Bukalapak sejak 12 Juni 2016 setelah ia berhasil membobol situsnya. Lalu seperti apakah kisah dan cerita Herdian Nugraha dalam peristiwa peretasan ini? Berikut ulasannya.

Direkrut dan Diberi Hadiah Uang Tunai

Kesuksesan Herdian Nugraha membobol beberapa situs #ecommerce besar Indonesia ini sendiri tidak hanya membuat dirinya direkrut oleh Bukalapak sebagai seorang security engineer, tapi pria lulusan jurusan Ilmu Komputer dari Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2016 ini juga mendapatkan sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah. Terkait hadiah sendiri, Herdian menyebutkan dalam blognya dari Bukalapak dengan angka mencapai mencapai nilai Rp 15 juta dan uang senilai Rp 10 juta dari Tokopedia.
Berkaitan dengan perekrutan dirinya oleh Bukalapak, menurutnya merupakan impian lama yang kini telah tercapai. Herdian sendiri memang sudah tertarik dengan Bukalapak sejak lama, bahkan dirinya mengaku pernah melamar pekerjaan di sana. Namun ternyata impian Herdian ini tercapai berkat keisengannya meretas dan melaporkan celah yang ditemukannya.

Dari Keisengan Berbuah Manis

Peretasan yang dilakukan Herdian pada situs ecommerce Tokopedia, Bukalapak, dan situs pesan desain online, Sribu.com ini sendiri adalah sebuah keisengan. Jadi saat itu Herdian sedang mencari-cari barang di Bukalapak. Saat proses pencarian itu, herdian melihat dan coba mengutak-atik fitur upload foto profil yang ternyata memiliki celah.
Meski telah menemukan celah, namun Herdian tidak menggunakannya untuk tindakan kriminal. Tapi setelah menemukan celah keamanan ini Herdian mendokumentasikan berbagai hal terkait kelemahan itu di blognya dan memberitahukan atau menginformasikannya ke pihak terkait.

Metode Peretasan Herdian

Dalam situs blog pribadinya yang beralamatdi  blog.hrdn.us ini Herdian membeberkan metode pembobolannya yang memanfaatkan kelamahan situs pemrosesan gambar ImageMagick yang kemudian celah keamanannya disebut dengan “ImageTragick”. Celah keamanan pemrosesan gambar ImageTragick ini sendiri sebelumnya pernah di teliti oleh peneliti keamanan Nikolay Ermishkin pada Mei 2016 lalu. Untuk membobol server ImageMagick ini Herdian membuat file MVG (ImageMagick Vector Graphic) yang telah dimodifikasi dan disimpan dalam format JPG/PNG/GIF.
Setelah itu Herdian pun menggunggahnya di situs Tokopedia, Bukalapak, dan Sribu. Ketika file gambar yang dimodifikasi itu diunggah, maka Herdian pun lantas mendapatkan hak penuh akses server di ketiga situs. Dan sari hak akses penuh ini Herdian pun juga mampu memperoleh beberapa data penting, seperti alamat #e-mail dan password pengguna.

Respon Cepat E-commerce

Setelah Herdian menemukan celah keamanan beberapa ecommerce ini, ia langsung memberitahukannya pada Tokopedia, Bukalapak dan Sribu.com. Dari sini ketiga situs ini langsung meresponnya secara cepat dengan menutup celah keamanan yang dilaporkan Herdian tersebut. Beberapa teknik dan metode yang dijelaskan Herdian ini pun kini sudah tak bisa lagi digunakan.
Herdian menyatakan apa yang dilakukannya memang bukan untuk merusak namun ia hanya iseng dan juga ingin membuat kesadaran untuk pengelola situs ecommerce. Kelegaan hati sendiri kemudian dirasakan Herdian saat ecommerce tersebut peduli dengan langsung merespon dengan cepat.

Peretasan Serupa Pada Situs Lain

Sebelum melakukan peretasan dengan mencari celah di Bukalapak, Tokopedia dan Sribu.com, Herdian sendiri tercatat juga pernah melakukan peretasan di situs lain. Hal-hal berkaitan dengan ilmu coding dan celah keamanan komputer ini memang menjadi sebuah kegemaran Herdian. Kegemaran bermain coding ini sendiri sudah dimulai Herdian sejak kuliah dengan menjadi tutor komunitas Cyber Security IPB.

Friday, 12 August 2016

Dulu Tukang Becak, Kini Punya 10 Mobil dan 2 Pabrik


JAKARTA, KOMPAS.com – Bertahun-tahun lamanya Sanim menggantungkan nasib pada sebuah becak yang dimilikinya. Kini nasibnya berubah, ia menjadi jutawan dengan dua pabrik, tiga rumah, 10 mobil, dan dua kali haji dari usahanya itu.
Sanim (60) merupakan seorang pengusaha asal Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menjadi salah satu contoh warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Dua usaha yang ia jalani saat ini ialah pabrik pembuatan garam dan pupuk organik. Namun, nama Sanim lebih dikenal sebagai pengusaha garam ketimbang pengusaha pupuk organik.
“Sekarang saya punya 10 mobil, tiga di antaranya mobil pribadi tipe Daihatsu Taruna, Honda Jazz, dan mobil pertama ketika saya beli tahun 1997, yaitu Daihatsu Espass, bangga sekali saya saat itu. Sisanya mobil angkut produksi, seperti Fuso,” ujar bapak empat anak ini, saat ditemui Kompas.com di acara peluncuran buku kewirausahaan Rhenald Kasali di Gedung WTC, Jakarta Kamis (5/7/2012).
Adapun beberapa jenis garam yang diproduksi, ialah jenis garam grosok (garam non-yodium masih berbentuk butiran besar dan kasar, biasanya dipakai untuk budidaya dan pengawetan ikan), garam dapur (konsumsi), dan garam industri untuk pabrik tekstil.
Sementara jenis pupuknya, yakni organik tipe KCL (Kalium clorida), fungsinya meningkatkan unsur hara Kalium di dalam tanah budidaya.
Kemampuan produksi kedua pabriknya, Samin mengaku, dalam setahun mampu memproduksi masing-masing 2.000 ton baik garam maupun pupuk organik.
“Oh kalau barang jadinya, itu mah ((harga jual) rahasia perusahaan mas. yang penting perhitungan saya ini ada lebihnya gitu. Saya tidak tahu kiranya berapa, tapi tahun kemarin bersih minimal mencapai Rp 400 juta per tahun,” tuturnya sambil tertawa.
Menimba Ilmu Dari Pabrik Garam
Sanim menceritakan, pada awalnya ketika masih sebagai tukang becak, ia sering mangkal di perapatan Jalan Cirebon. DI tempatnya mangkal, berdiri sebuah pabrik garam yang cukup besar.
Sanim pun tertarik untuk melamar kerja di pabrik tersebut, dengan harapan nasibnya bisa lebih baik. Beruntung, Ia diterima bekerja di situ.
“Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri,” ungkapnya.
Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah Ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik apalagi tukang becak.
Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. “Jadi bisa dikatakan cuma nimba ilmu di pabrik tersebut,” tuturnya.
Ilmu yang diperolehnya, ialah cara membuat garam krosok. Samin pun menggarap empang peninggalan orang tuanya yang berada di belakang rumah Sanim untuk mencoba membuat garam.
“Alhamdulillah, lama-lama usaha saya berkembang, sampai yang awalnya usaha di halaman belakang rumah, lalu berkembang dan kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi,” ujar Sanim yang mampu mengantarkan keempat anaknya meraih gelar sarjana ini.
Petani garam umumnya memanfatkan empang atau kolam di dekat pantai. Caranya, dengan mengumpulkan air laut ke dalam empang. Lalu, dengan bantuan sinar matahari, air laut yang terkumpul tersebut akan menguap dan menghasilkan kristal-kristal bersenyawa Natrium klorida (NaCl).
Kristal NaCL itu dikumpulkan oleh petani, lalu dibersihkan berulang kali dari kotoran yang melekat hingga menjadi butiran halus dan kecil namun non-yodium.
Itu dulu, kini selain memproduksi sendiri garam krosok, Ia juga membelinya dari petani garam di sekitar Cirebon. Dengan kisaran harga beli sekitar Rp 400 per kilo gram.
Harga belinya murah disebabkan garam yang diterima masih sangat kotor dan berwarna hitam. Kemudian Ia cuci kembali dengan alat seadanya.
Akhirnya, Ia memutuskan untuk membeli alat pencuci khusus garam krosok seharga Rp 20 jutaan. Lebih efisien dan garam krosok bisa dibersihkan dengan cepat. Ia pun menjual garam itu ke industri, pertanian, dan perikanan.
Namun, Sanim enggan menyebut berapa harga jual garamnya. Di beberapa iklan promosi yang beredar di internet, harga jual garam krosok bersih bisa mencapai Rp 810.
Peralatan produksi garamnya pun masih menggunakan mesin tradisional. Menurutnya, ini warisan budaya setempat. Lagi pula. Ia menganggap, mesin tradisional lebih tahan lama dan tidak tidak menimbulkan bising ketimbang mesin modern berbahan besi.
Mesin tradisional ini lah yang digunakan sanim, mengolah garam krosoknya menjadi garam beryodium dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kalau barang jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah garam beredar,” ungkapnya.
Memanfaatkan KUR
Lambat laun, Sanim pun mulai berpikir untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi dari yang Ia jalani sekarang. Pada 2010, ia memutuskan, menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan perbankan BUMD Jawa Barat, yakni Bank BJB (Bank Jabar Banten).
Sebelumnya, Ia hanya memanfaatkan jasa bilyet giro Bank BJB untuk bertransaksi dengan pembeli luar kota. “Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke Bank BCA, tapi waktu itu ditolak. Setelah itu akhirnya kita ke bank BJB. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana,” katanya bercerita saat kesulitan memperoleh dana usaha.
Untuk menghasilkan 2.000 ton garam, paling tidak Sanim harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 1 miliar. Untuk itu, Ia sangat membutuhkan suntikan dana bank untuk memperlancar arus produksinya.
Ia mengaku, tidak pernah mengalami kredit macet selama meminjam ke bank “Ke depannya nanti saya akan meminjam kembali ke Bank BJB sebesar Rp 500 juta. Kepinginnya saya balikin sekitar 1 tahun,” katanya.
Sementara itu, ditemui Kompas.com di tempat yang sama, Dirut Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan, bank yang dipimpinnya itu memberikan akses kemudahan bagi para pengusaha mikro emelalui jalur KUR.
Salah satu langkah BJB, ialah meluncurkan suatu program bernama ‘Warung BJB’. Warung tersebut semacam bank keliling khusus untuk menyalurkan pembiayaan usaha mikro.
Kini, 430 Warung BJB tersebar di pasar-pasar tradional di beberapa wilayah Jawa Barat dan Banten.
“Khusus kredit (KUR) kita masih fokus di Jawa barat dan Banten. Ini karena untuk menyalurkan kredit, kita harus tahu dulu customernya,” tutur Bien.
Dirinya mengklaim, pengusaha mikro tidak perlu lagi berpikir ribetnya proses birokrasi pengajuan dana KUR.
Biasanya, lanjut Bien, pengusaha mikro yang datang ke BJB untuk mengajukan KUR, didiskusikan terlebih dahulu, bank pun bisa langsung mencairkan dananya. Asalkan pengusaha punya tempat usaha tetap.
“Kita memberi dana mulai paling kecil yankni Rp 2 juta hingga yang paling besar sampai Rp 50 juta. Begitu tumbuh, lalu kita naikan kembali levelnya sampai RP 100 juta. lalu begitu tumbuh lagi, kita naikan kembali level pinjamannya. NPL-nya (kredit bermasalh) pun kecil hanya empat persen (maksimal lima persen) untuk mikro,” kata Bien, yang pernah menjabat Direktur Treasury dan Internasional Bank BNI ini.