Showing posts with label Mentor Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Mentor Bisnis. Show all posts

Sunday, 5 February 2017

Duet Wan-Herry Membesarkan Toysmart


Jumlah toko mainan anak yang membidik kelas menengah dan dikelola secara modern masih terbatas. Biasanya, di mal-mal justru banyak toko mainan impor yang harganya mahal, sedangkan pasar atau toko tradisional menjual produk mainan anak dengan pengelolaan ala kadarnya. Peluang inilah yang diendus Wan Muhammad Hasyim, Presdir Toysmart, untuk menghadirkan rumah mainan Toysmart.
Meski demikian, masuknya Wan di bisnis mainan anak tergolong telat. Maklumlah, awalnya ia belum yakin bahwa berdagang mainan akan menghasilkan omset yang signifikan. Lihatlah, sejarah berdirinya Toysmart, sebagaimana diakui Wan, bermula dari sebuah toko alat tulis dan fotokopi tahun 1996. Lalu, atas permintaan pelanggan — yang minta disediakan barang-barang yang dapat dijadikan kado ulang tahun  di tahun 2000 Wan membuka toko kedua seluas 3 X 6 m2 di kawasan Jababeka, Cikarang Baru. Ananda, nama toko itu, khusus menjual mainan anak dan boneka. Tak dinyana, dalam beberapa bulan beroperasi, respons konsumen luar biasa. “Saya baru sadar ternyata omset bisnis mainan anak lebih bagus dari alat tulis, ujar Wan. Sejak itulah, tekadnya bulat: menjadi wirausaha. Ia pun mengundurkan diri sebagai karyawan dari sebuah perusahaan patungan Taiwan-Indonesia. 
Setelah tiga tahun Toko Ananda beroperasi, Wan mulai berpikir mengembangkan bisnisnya agar lebih modern. Kebetulan, kala itu orang-orang sedang dilanda demam bisnis waralaba (franchise). Ia tergiur mewaralabakan bisnisnya. Nama tokonya pun diganti supaya lebih keren dan punya nilai jual. Tahun 2003 ia mengibarkan bendera Toysmart untuk mengembangkan konsep rumah mainan modern yang dikelolanya. Lagi-lagi, Wan seperti mendapat durian runtuh. Sama seperti Toko Ananda yang di awal kehadirannya saja diminati pembeli, waralaba Toysmart pun diburu investor. Tidak percaya?“Dalam tempo dua tahun berjalan saja, jaringan outlet Toysmart berkembang pesat di seluruh Pulau Jawa menjadi 30 toko, ujar pria kelahiran Riau, 3 Juli 1969, itu.

Menariknya, dari sejumlah terwaralaba (franchisee) Toysmart, ada salah seorang yang tertarik menjadi pemegang saham di manajemen Toysmart. Namanya, Herry Harunrasyid, seorang engineer yang pernah bekerja di PT Jaya Konstruksi dan PT Conblock Indonesia. Sebelumnya, Herry membuka dua gerai waralaba Toysmart tahun 2005 di Bekasi (Perumahan Galaxy) dan Depok dengan nilai investasi Rp 110 juta/toko. Gayung bersambut. Wan tidak menolak keinginan Herry bergabung membesarkan Toysmart. Sejak itulah, seperti Wan, Herry juga total menjadi wirausaha dan menanggalkan status sebagai profesional di tempat ia meniti karier. Alhasil, Wan tidak single fighter lagi di tubuh manajemen Toysmart.

Sejatinya, pertemuan Wan-Herry untuk bermitra mengembangkan Toysmart tanpa ada kesengajaan. “Awal ketertarikan saya masuk ke Toysmart ketika saya mengikuti kuliah di Entrepreneur University milik Purdi Chandra. Di sana Wan menjadi mentor, kata Herry. Sarjana teknik sipil dari Universitas Indonesia ini waktu itu mendapat banyak sekali tawaran bisnis waralaba di luar Toysmart. “Saya sempat tertarik dengan franchise makanan atau musik, ujarnya. Namun setelah dipikir, membuka toko mainan tidak memerlukan sumber daya manusia sebanyak gerai waralaba makanan. Cukup tiga SDM untuk menjaga toko secara bergantian.

Dengan masuknya Herry sebagai pemegang saham, otomatis mereka berbagi peran: Wan tetap menjadi Dirut, sedangkan Herry sebagai Direktur Operasional. Berapa komposisi sahamnya? “Wah, rahasia deh, yang jelas lumayan, tutur Herry saat disinggung soal nilai investasi yang dibenamkannya. Dalam perkembangannya, duet Wan-Herry mampu membawa kemajuan Toysmart yang berarti. Salah satu buktinya, gerai Toysmart berkembang dari 30 menjadi 40 toko. Bahkan, sebelum Idul Fitri 2006 Toysmart bakal membuka empat toko lagi, antara lain di Atrium Senen, Jakarta. Herry pun membuka wawasan Wan, agar gerai Toysmart tidak cuma berkutat di kawasan ruko sebagaimana yang dikembangkan selama ini. “Setelah ada Herry, toko Toysmart juga merambah kawasan mal kelas menengah, kata Wan.

Wan tergolong selektif dalam memilih calon terwaralaba Toysmart. Ini dimaksudkan agar pengelolaan toko bisa standar di semua cabang. Walau begitu, ia membenarkan dari total 40 gerai Toysmart sekitar 70% dimiliki jaringan waralaba. Adapun besarnya investasi yang harus disediakan calon investor Toysmart minimal Rp 140 juta. Biaya itu sudah termasuk franchisee fee Rp 25 juta, kelengkapan produk mainan, rak dan sewa tempat. Tentu saja, dengan letak dan luas lokasi yang berbeda, kebutuhan nilai investasinya pun berlainan.

Herry yakin, dalam tempo dua tahun investasi waralaba Toysmart sudah balik. Ini mengacu pada pengalaman mayoritas terwaralaba Toysmart yang telah berjalan: rata-rata membutuhkan waktu 24 bulan untuk meraih return on investment. Target itu bisa tercapai dengan asumsi omset bersih paling tidak Rp 30 jutaan/bulan dengan laba bersih 16%. Asyiknya, jika ada jenis mainan tertentu yang sedang musim, omset akan terkatrol. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu terjadi booming mainan mobil remote control dan tamiya, maka omset tiap gerai langsung melejit di kisaran Rp 50-70 juta/bulan. Sementara itu, harga mainan dan boneka yang ditawarkan Toysmart bervariasi, dari Rp 20 ribu sampai Rp 400 ribu.

Selain itu, Herry mengklaim, Toysmart memiliki banyak keunggulan, di antaranya pengaturan toko yang rapi, bersih, banyak pilihan produk dan harganya jelas. Sejauh ini, produk mainan Toysmart disuplai dari Cina (80%) dan sisanya pabrik mainan lokal. Dibandingkan dengan waralaba food & beverage atau minimarket, Toysmart diakui Herry lebih unggul. Pasalnya, produk-produk yang ditawarkannya tidak akan pernah kedaluwarsa.

Guna menarik konsumen lebih banyak, Toysmart rajin menggelar promosi. Setidaknya 2-3 bulan sekali dilakukan promosi, misalnya memberikan hadiah langsung seperti mug, diskon khusus, hingga hadiah ponsel dan iming-iming lain. Tiap promosi diatur dan dikelola manajemen pewaralaba (franchisor). Dengan demikian, ada biaya promosi yang dibebankan pada terwaralaba, sebesar Rp 500 ribu-1 juta atau 1% dari nilai omset yang dibukukan investor.

Secara manajemen, Wan-Herry selalu memperbaiki sistem dan pengelolaan hingga SDM-nya. “Kami juga selalu mengikuti perkembangan pasar toys, dengan menghadirkan produk-produk terbaru hasil kerja sama dengan importir pilihan, Herry menjelaskan. Dan, untuk memperkuat merek, Wan rajin mendukung seminar tentang waralaba.

Baik Wan maupun Herry optimistis, bisnis Toysmart masih mampu melaju kencang. Keyakinan ini didasarkan pada melesatnya pertumbuhan bisnis Toysmart dan tingkat persaingan yang belum terlalu tajam. Menurut Wan, persaingan toko mainan yang ada terjadi di “kelas tradisional. Di sisi lain, jumlah toko mainan kelas premium lokasinya terbatas di mal bergengsi. Itu artinya, pasar segmen menengah belum ada yang digarap dengan jaringan kuat dan serius. Itulah sebabnya, dengan kekuatan Toysmart dalam manajemen, promosi atau pelatihan karyawan, pihaknya yakin bakal menaklukkan pasar.

Herry berusaha memperkuat pandangan Wan dengan menunjukkan besarnya potensi pasar mainan anak. “Kalau bisnis resto, persaingannya cukup ketat. Sementara, bisnis mainan di level menengah belum begitu sengit kompetisinya dan potensinya besar, Herry menimpali. Dikatakannya, pertumbuhan industri ini mengikuti tingkat pertumbuhan penduduk, karena anak-anak selalu membutuhkan mainan. Bahkan, mainan koleksi jenis mobil remote dan tamiya digemari hingga anak SMP. Jadi, tidak mustahil, ke depan Toysmart bakal berekspansi ke luar Jawa. “Rencana memang ada, kami masih pelajari. Tapi, mungkin belum tahun ini pembukaannya.

Pengamat bisnis Sukono Soebekti mengakui, dari segi bisnis, keunikan usaha mainan anak merupakan pendorong keberhasilan Toysmart. Tidak banyak perusahaan yang memilih usaha mainan anak, padahal jumlah anak yang memerlukan mainan senantiasa bertambah,ujarnya. Namun, kunci keberhasilan wirausaha ini tentunya didasari kerja keras, kedisiplinan dan keuletan.

Di mata Sukono, duet Wan-Herry merupakan kombinasi unik. Kedua pemilik Toysmart itu dulunya dikenal sebagai karyawan, kemudian sama-sama pindah kuadran menjadi wirausaha. “Ini sekaligus membuktikan (lagi) bahwa eks pegawai dapat menjadi pengusaha sukses. Saya sering mencontohkan kisah Pak Haryono (pemilik griya pijat Bersih Sehat — Red.) yang meninggalkan posisi sebagai pegawai Pemda DKI, kemudian berhasil merintis usaha gerai pijat hingga punya cabang di Singapura, kata Senior Faculty Member PPM Graduate School of Managament ini.

ChairmanThe Indonesian Institute for Corporate Directorship itu menilai kombinasi antara akuntan (Wan) dan ahli teknik sipil (Herry) merupakan kombinasi yang ideal. Alasannya, Wan dapat menghitung dan mengelola keuangan dengan cermat, sedangkan Herry menguasai bidang produksi/operasi perusahaan. Lagi pula, keduanya mempunyai kelebihan: terbiasa bekerja dalam sebuah sistem (di organisasi tempat mereka berkarya sebelumnya).

Untuk manajerial waralaba, Sukono menyarankan agar perusahaan dikelola dengan spirit win-win antara pewaralaba dan terwaralaba. Menurutnya, semua aturan, hak dan kewajiban, baik di dalam organisasi maupun sistem waralaba mestinya dirancang dan dijalankan dengan baik. “Tidak terlambat dalam menyiapkan diri sebagai organisasi besar,ujarnya. Sebab, organisasi yang sedang tumbuh pesat umumnya sering terlambat menyiapkan sistem manajemen dan SDM yang andal. Padahal, keterlambatan persiapan ini bisa mengakibatkan lunturnya kepercayaan para stakeholder yang dapat merugikan Toysmart.

Kadir, salah seorang terwaralaba Toysmart, mengaku bahwa manajerial waralaba yang dipilihnya cukup bagus. “Saya tertarik membeli waralaba Toysmart karena dikelola dengan manajemen yang modern dan baik, tutur Kadir yang membuka toko pertamanya 6 bulan lalu. Ia sudah puas dengan kinerja waralaba Toysmart, sehingga ingin menambah satu toko lagi. Kadir mengenal seluk-beluk Toysmart ketika mengikuti seminar tentang kewirausahaan yang menghadirkan Wan sebagai pembicara. “Waktu itu sebetulnya saya mendapat penawaran franchise Bakmi Tebet. Tapi karena manajemen Toysmart tidak terlalu rumit, orang yang dibutuhkan tidak banyak dan investasinya juga cukup terjangkau, jadi saya mau bergabung.

Menurut Kadir, yang membuka gerai Toysmart di Ruko Greenfil, Jakarta Barat, dengan luas 60 m2, investasi yang dibenamkannya sekitar Rp 180 juta. “Omsetnya sesuai dengan yang dijanjikan, Rp 25-30 juta/bulan, kata pria 48 tahun yang pensiun dini sebagai pegawai negeri sipil itu. Ia menyarankan agar manajemen Toysmart lebih gencar berpromosi dan memberikan pelatihan pada karyawan supaya bisa menggenjot omset.

BARON MAHADEWA – MULAI USAHA DENGAN MODAL DENGKUL

Cileu Baron Sebelumnya saya sudah mendengar dari para mentor sebelumnya dan di jaringan EU kota lainya bahwa sekarang ada satu mentor yg sudah di cap “GILA” dalam artian, dalam waktu singkat sudah memiliki banyak sekali bisnis, dan ciri utamanya adalah: TAK SATUPUN MEMAKAI UANG SENDIRI untuk memulai bisnis sendiri.
Begitu beliau mulai memberikan mentoring, terasa sudah hawa panas seorang mentor EU, dengan gaya yang cukup kocak dan sepintas sudah mirip2 banget dengan BIG BOSS nya EU (siapa ya???), meliau mampu menyihir konsentrasi peserta EU dengan segala pengalaman dan keberhasilannya.
Diawali cerita bagaimana dia mulai menjadi seorang PREMAN di pulai BATAM, hingga akhirnya hijrah ke SURABAYA, mulai mengikuti kelas EU Surabaya pada 23 September 2007, mulai membangun bisnis dengan modal DENGKUL dan berhasil, hingga akhirnya diangkat menjadi mentor mulai Juli 2008, dan berkeliling diberbagai kota sebagai mentor EU.
Trus apa aja bisnisnya???
Awal bisnisnya adalah Rental Mobil, dia mulai membangun BRAND IMAGE yg sudah cukup kuat: SATRIA GROUP, Rent a CAR, bermodalkan 300rb (pinjam dari adiknya) hingga berhasil memiliki armada hingga 115 unit, dan semuanya di biayai oleh bank. Trus dia mulai merambah bisnis TOWER, Potong Rambut, IT, Franchise Primagama, Property dll, total asset lebih dari 30M.
Beliau baru menikah 3 bulan yg lalu dengan pacarnya yg ketemunya di tempat fitness. Wah pokonya mah, hebring euy…. waktu yg disediakan selama 4 jam mentoring serasa tidak cukup untuk bisa mengcover semua trik2 bisnisnya. Saya akan buatkan risalah lengkapnya deh nanti, tapi khusus untuk alumni EU saja.
Untuk sementara, silahkan melihat2 foto suasana mentoringnya di Cilegon. Bahkan Cilegon mau disikat juga olehnya jika rekan2 eu tidak ada yg segera ACTION…. luar biasa jeli sekali mata bisnisnya. Dimanapun dia berada, sanggup dibangunkan bisnis olehnya.
Sungguh suatu ilmu yg susah didapat di kelas2 reguler pada umumnya.
Luar biasa dahsyatnya.

Mentoring 2 : Wan Muhammad Hasyim SE, AK

Mentoring EU kali ini membahas “Bagiamana Meledakkan Bisnis”, yang ini dibawakan oleh Pak Wan Muhammad Hasyim SE AK, pemilik sekaligus Direktur Utama “Idolmart”. Pak wan saya juluki sebagai “Super Creative Man”, yang otak kanan banget, kreativitas nya yang tinggi sehingga mampu “Meledakkan” omset
Profil pak Wan Muhammad adalah pemilik Bisnis Waralaba Idolmart, sebuah franchise non sembako yang sudah memiliki gerai kurang lebih 50 gerai di seluruh indonesia. Kreatif dan pantang menyerah adalah pribadi yang melekat pak pak wan, begitu saya memanggil. Pak wan dahulu adalah seorang karyawan swasta di derah cikarang jababeka, berada dalam kuadran tiga (begitu beliu menyebutnya) yang adalah kuadran orang orang yang tidak punya waktu dan tidak punya uang, bagaimana tidak, setelah bekerja di jakarta berangkat dari kampung asal nya di Riau, pak wan menjadi karyawan yang super sibuk. Tinggal di dearah cimanngis berkantor di daerah cikarang, waktu habis di perjalanan, sementara uang gajian habis hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja. Begitulah keseharian pak wan. Pak wan yang beristrikan soerang minang patut bersyukur karena secara tidak langsung “ketularan” jiwa dagang darai family-family istri pak wan, Kebetulan istri pak wan berasal dari Kubang, sebuah desa kecil di Payakumbuh Sumatra Barat, berdekatan dengan desa istri saya di Dangung-dangung, Payakumbuh.
Setalah beberapa tahun bekerja pak wan membuka sebuah kedai kecil di daerah cikarang, jawa barat. Dengan modal seadanya mulai lah pak wan berdagang. Pak wan adalah salah satu contoh sukses siswa EU angkatan 1, setalah merasa usaha yang pak wan rintis hanya begitu-begitu saja. Mungkin karena di tulari virus-virus oleh pak purdhie, bisnis pak wan mulai berangjak. Pak wan memutuskan untuk berhenti bekerja setelah mempunyai tiga toko sejenis.
“Sistem” adalah satu kata yang mmbedakan pak wan dengan usaha konvensional milik family-family pak wan dari istri nya. Pak wan mulai mengembangkan usaha mainan dengan label “Toys Smart”, mengembangkan usaha mainan akan anak non konvensional, dengan metode open display dan fix price.



Trik modal Dengkul
Pak wan pernah membangun sebuah toko luar 150 m dengan modal hanya 20 jt, kok bisa? ya tentunya dengan sebuah ara kreatif dengan memeras otak, mula-mula pak wan mencari seorang tukang bangunan untuk menaksir berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun toko denga luas 150 m, setalah dapat baiaya nya pak wan mencari pembanding dari pemborong lain, kemudian terlihat ternyata harga yang mendekati kebenaran. kemudian pak wan meminta tukang bangunan kepercayaan keluarga nya, dan biasa membangun toko hanya dengan membayar 3 ongkos tukang saja. Deal, pak wan hanya membutuhkan ongkos kuli bangunan saja, kemudian bahan bangunan nya dari mana?
Pak wan mendatangi toko material yang sudah di kenal nya akrab, pak wan bertanya “apakah bapak bisa memberi utangan material? “. Tentu iya, karena memang beliu sudah kenal, tapi memang rata2 sekarang toko material dapat memberikan pinjaman material kepada pembeli, dengan asumsi : mereka mengetahui lokasi bangunan yang akan di bangun.  Praktis pak wan sudah bisa memulai membangun, target pun di tetapkan selesai dalam 1 bulan, pengerjaan dibagi menjadi dua bagian, bagian kiri di selesaikan dahulu. selesai sebagian bangunan sudah bisa mulai memgangkut barang-barang. barang-barang dari mana..? barang di dapat kan dari konsiyansi dan pembayaran tempo, karena pak wan sudah punya supplier yang sama-sama membutuhkan. Jadi praktis pak wan mendirikan toko besar dengan modal yang sangat sedikit atawa modal dengkul
Trik membeli mobil mobil (rental) dengan kartu kredit
Asmumsi sekarang kita punya dua buah kartu kredit, masing-masing punya limit 15 juta, asumsi lain ada perusahaan yang mau sewa mobil baru secara jangka panjang selama 3 atau 4 tahun.
Misal kita beli Kredit Pertama DP di ambil dari kartu kredit sebanyak 15 juta, sedangkan uang sewa kira2 5 jt / bulan. asumsi cicilan per bulan 3.5 jt/ bulan, jadi dari sewa per bulan dapat bersih 1.5 jt. pada saat kartu kredit yang pertama jatuh tempo, bayar dengan kartu kredit yang kedua, tapi pembayaean nya tidak 15 juta, melainakn 15 jt – 1.5 jt = 13.5 jt dari kartu kredit yang 1.5 jt dari margin sewa per bulan, bulan kedua jatuh tempo 13.5 jt, kayar dengan kartu kredit yang pertama, dari kartu kredit 12 jt dari margin sewa 1.5 jt, sebitu seterus nya samapai bulan ke 10 cicilan DP dari kartu kredit lunas, selanjutnya semua cicilan akan masuk sebagi income kita full. Menarik bukan trik nya
Kuadran Pengusaha Konvensional
Jejak sukses pak wan yang lain adalah dengan Sistem , bisa digambarkan sebagai berikut, seorang tukang sate (contoh sate Malin yang terdenal di dangung-dangun – Payakumbuh) berjualan satu dari jam 10 pagi sampai 10 malam, bisa dibayangkan keseharian si tukang sate tadi. jika dia bukan jam 10 pagi, pasti aktifitas mempersiapkan sate sudah jauh sebalum itu. Paling tidak jam 5 subuh dia sudah belanja kepasar, menyiapkan segala sesuatu nya sampai warung nya dibuka jam 10 pagi, kemudian selesai jam 10 malam, tidur jam 11 malam, pagi lagi jam 6 sudah harus bangu, egitu seterusnya, ini adalah gambarang orang yang punya uang tapi tidak punya waktu. Jika H Malin ingin liburan, maka praktis tokonya tutup. karena tidak ada yang memegang uang.  Nah celakanya jika di kemudian hari H Malin sudah beranjak tua, si anak tidak mau mengurus warung sate nya karena melihat ayah nya sangat sibuk sekali berjualan sate. Jadi bisa di pastikan warung sate H Malin yang sangat terkenal itu tutup.. Alangkah sayang nya. Nah oleh karena itu Sistem harus di buat, si pemilik harus menjadi orang malas, membiarkan orang lain bekerja dalam Tim, sehingga kehadiran sate H Malin tidak tergantung pada figur nya.
Buat Sistem dengan SOP
Sebagai pengusaha yang mempunyai puluhan outlet, Idomart musykil ada tanpa ada nya Sistem yang baik, Sistem yang baik bermula dari pembuatan Standart standar operasioanl yang berlaku di Idolmart. pembuatan Standart Operasional Prosedir memegang peranan penting dalam menjalankan sistem. SOP dibuat dari menuliskan semua kelompok kelompok pekerjaan, satu kelompok pekerjaan dibuat kan SOP nya, sedetail mungkin, sebaik mungkin. Tujuan nya adalah, jika turn over pegawai tinggi, pegawai yang baru dengan mudah menjalankan tugas / kelompok pekerjaan nya dengan standart yang sudah ada. Ia tinggal mengerjakan apa yang tertulis, untuk kemudian menulis apa yang dikerjakan.
Kemudian yang tak kalah oenting nya adalah membangun “awareness” terhadapt SOP yang telah dibuat, jangan mentoleransi segala sesuatu di luar prosedur, dengan alasan apapun, terutama sebagai owner, harus sangat “aware” terhadap penegakan SOP
SOP Dicontohkan sebagai berikut:
Jika kita mulai bisnis kuliner, padaha kita tidak dapat memasak, kita punya koki handal yang masakannya terkenal enak, kita hire dia, deal gaji. Setelah proses bisnis berjalan, sang koki tadi harus menuliskan semua yang di masalah ke dalam seuh worksheet untuk di jadikan sebagai pegangan resep nya. Kemudian setelah si koki tadi menuliskannya. Kita suruh koki masak, dan kita cek betul apa yang di tulis dengan apa-apa yang dia kerjakan, jika ada kesalahan baik sengaja maupun tidak segera koreksi. Setelah semua resep benar, maka jadikanlah resep itu sebagai SOP dari memasaka menu tadi. Nah SOP inilah nanti yang kita jadikan pegangan jika kita hire karywan baru, sementara cita rasa masakan kita tidak boleh berubah. SOP sangat penting dalam segala jenis bisnis, terutama kuliner.
WOM (Wort Of Mouth)
Kedahsyatan Wort Of Mouth sudah banyak dibuktikan oleh pemasar-pemasar handal, dikenal sebagai istilah “Getok Tular” dalam manajement marketing. Worth of Mout merupakan hasil dari pelayanan yang memuskan salah seorang Konsumen, jika ia terpuaskan dalam pelayanan di toko kita, maka secara sukarela ia akan memberikan informasi positif itu kepada orag lain. WOm merupakan stategi marketing yang “low budget High Impact”, atau malah “No Budget High Impact “, Pak wan memanfaatkan WOM dengan “merekrut” Opinian Leader
Opinian leader adalah customer potensial yang akan menyebarkan tentang kepuasan dia terhadap pelayanan kita, opinian leader harus mempunyai syarat: . Supel, ceria, banyak bicara / senang bicara
Terhadap calon Opinion Leader ini kita harus
– Memberikan pelayanan Ekstra
– Mengedukasi produk-produk kita
Trik Menciptakan Keramaian
Keramaian sangat penting dalam bisnis Retail, keramaian dapat memancing orang untuk memutuskan membeli, cara-cara menciptakan keramaian banyak sekali di pakai oleh perusahaan retail-retail besar, mereka bahkan mengeluarkan budget khusus untuk menciptakan keramaian. menciptakan keramaian juga merupakan marketing yang low budget hght impact
Sebagai contoh kasus geria yang memanfaatkn keramian adalah : Bread Talk, mungkin anda pernah dengar? malah saya adalah salah satu penggemar roti ini. Tahukan adan Bread Talk mengalokasikan dana sebesar 60 jt per bulan / gerai untuk menciptakan keramaian dengan memberikan dana itu pada beberapa orang untuk secar bergiliran dan kontinu ikut antri dan membeli roti itu :), saya sempet shoc juga mendengar nya. hal itu di lakukan selema tiga bulan pertama. Dan hasil nya bagai mana ?
Setiap gerai Bread Talk ada antrian mengular, Dahsyat, padahal hampir pasti Breat Talk tidak mengelurkan dana untuk mengiklan, baik di media catak maupun elektronik yang sangat mahal biaya nya. Tapi dengan menciptakan keramaian Breat Talk mampu meraup omset tinggi.
Tip Bisnis dengan Otak kanan
Ini ciri khas jebolan EU, menggunakan otak kanan untuk melejitkan bisnis nya, karena pada dasar nya memang pebisnis harus nya CREATIF dan INOVATIF, tanpa kreatif rasanya hampir pasti tidak akan jadi pengusaha besar, (kecuali dapat warisan )
Kreasi itu adanya di otak kanan, kreatif merupakan proses penciptaan YANG BARU, sehingga dari kreasi itu menjadikan nilai tambah bagi bisnis nya. Inovatif juag merupakan ranah otak kanan, yang menciptkan sesuaru YANG BERBEDA DARI YANG ADA, sehingga nilai bisnis nya pun sulit di bendung, karena memberikan nilai tambah dari konsumen.
Oleh karena itu slogan slogan kewira usaha an adalah KREATIF dan INOVATIF, karena memang dua hal itu sangat-sangat  penting dalam entrepreneurship.Pak wan sendiri sangat kreatif dalam beriklan, membaut “tag line” yang sangat bagus, sehingga konsumen yang membaca sangat tertatik.
Jadi kewirausahaan bermuara pada Kreatif dan Inovatif, barulah menudian dengan bekal pengalaman bisnis, pebisnis kawakan biasa nya mengandalkan Insting (Intuitif) untuk mengambil keputusan-keputusan bisnis. Instingtif pun ada nya di ranah otak kanan.
Dari Toys Smart Ke Idolmart
Sebuah titik balik bisnis pak wan adalah ketika Toys Smart merugi, pak wan nyaris bangkut, menginggalkan Dead Stok senilai lebih dari 400 jt. Pemasuk sudah menghentikan pasokan barang ke jaringan Toys Smart, dari hari ke hari terus merugi, biaya karywan terus membengkak, semnara penjualan turun drastis, karena tidak terjadi perputaran barang. Pak wan terpojok, sampai akhir nya pak wan berhasil meyakinkan pemasok yang sudah sedit “mengancam” untuk segera melukan pembayaran, Debt Collector senantiasa mengintai rumah pak wan. Namun pak wan tidak berhenti< kenapa ? karena harta dan semua yang dimiliki dibandingkan dengan kewajiban yang harus dibayar, lebih banyak kewajibannya, setelah di hitung-hitung pak wan masih punya kewajiban sebanyak 400 jt an. belakangan pak wan bersyukur dengan kejadian ini, karena pak wan sekarang berada pada keadaan minus, bisa dibayangkan kalau kondisi nya nol (0)  alias impas, mungkin pak wan memutuskan untuk berhenti, karena semua kewajibannya lunas. dan balik lagi jadi karyawan
Tapi karena posisi saldo minus, mau tidak mau pak wan haru berjalan terus, perlahan pak wan mulai berinovasi, dan kreasi yang baru itu timbullah “Idol mart” sebiuah konsep outlet waralaba Non sembako, yang sangat besar penjualan nya jauh melampaui Toys Smart yang selama ini ada.  Sukses IdolMart tak lepas dari pengalaman pak wan sewaktu mencoba masuk ke area Mall, 40 Mal di jakarta pak wan masuki, dari 40 mal yang di jajaki pak wan deal membuka kios di 4 mal di jakarta, dalam waktu 1 tahun semua gerai nya di mal tutup, kerana tidak cocok dengan konsep toysmart yang selama ini berbentuk “stand alone outlet”
Tapi dari penutupan ini, pak wan banyak mendapat pelajaran, bahwasannya di mal berlaku Konsep “One Stop Shopping”, konsep ini yang coba pak wan kembangkan di Idol mart, di Idol mart terdapat lebih dari 3.000 item barang dari mulai mainan anak-anak, stationery, kosmetik ,buku tulis, kacamata, Hp dan lainnya. Ternyata konsep yang kreatif itu pun sangat mendapatkan sambutan dari masyarakat.
Sekarang Idolmart sudah mampu di sandingkan dengan waralaba-waralaba kelas atas seperti Alfamart atau pun Indomart dan bahkan menjanjikan margin keuntungan yang lebih besar
Selamat pak wan, sebuah business insight yang sangat bagus, ijinkan aku untuk meniba ilmu dari mu, buat saya pak wan merupakan mentor yang sangat berkulitas.
Salam
Agus Supriyanto
nb :
Masih ada Tips lain tentang Monopoli dan Super Monopoli yang menggambarkan kematangan kecerdasan spiritual seorang wan muhammad Hasyim
nb2:
bagi teman-teman yang berminat untuk melihat real bisnis pak wan dengan Idolmart nya, kita akan atur waktu pertemuan dengan pak wan, pak wan secara lisan sudah bersedia, beliau hari senin atau kamis ada di Idolmart Bintara




Coaching bersama Bpk Wan Muhammad

gw orangnya pelupa, jadi gw share disini semua materi kewirausahaan yg gw dapet ya guyss :D
Oke, selasa kemaren pemateri EU Jakarta adl Bpk Wan Muhammad, beliau pemilik Idolmart, tujuan beliau berbisnis sangat mulia, bukan semata utk menghasilkan uang tapi untuk menghidupi banyak orang & mempermudah ibadah pd yang maha kuasa. jadi Idolmart itu beliau sudah mempunyai 44 cabang. Idolmart itu jualannya macem-macem banget, katanya ada 4rb item, mulai dari pulpen, buku, sendal jepit, helm, jam tangan, kalung, dll. bisa disebut Toserba, atau palugada "apa lu mau, gua ada". Idolmart adalah toko yg ramai setara keramaiannnya dengan Indomart & Alfamart, padahal jualannya beda dengan kedua toko itu.
disini gw ngena banget materi tentang barang yg Slow moving & Fast moving. Jadi barang yg fast moving / terkenal / sering dibeli / cepet abis itu mesti dimurahin, karena kalau barang yg fast moving dimurahin maka image utk seluruh toko itu jadi murah semua. Pembeli ga bakal ngira kalau sebenernya kita ambil banyak keuntungan di bagian bagang yg slow moving.
kita juga diajarkan utk membuka bisnis yg langsung UNTUNG pada saat pertama dibuka. terus sistem bisnis / SOP harus dibuat sedetail mungkin dan diuji berkali-kali. ada juga tentang teknik visualisasi, biasanya kalau yg otak kanan intuisinya sudah terlatih, dia bisa membayangkan sesuatu akan berhasil atau ga. misal mau ambil ruko ini, trs dia memvisualisasikan bahwa ruko tsb akan ramai, kalau ga berhasil berarti ga jadi ambil rukonya.

kemudian di satu toko, ada yg namanya anggaran kehilangan, yaitu jika ada barang yg hilang dibawah 500rb maka dibiarkan saja, karena hal tersebut memang biasanya susah utk diantisipasi, namun kalau hilangnya diatas 500rb berarti harus pecat karyawannya karena kerja karyawan yg mengawasi gak bagus.
kemudian tips untuk menguji karyawan kamu baik atau ga adalah pertanyaan ini :
1. jika dia baru melamar hari ini, apa kamu akan menerima dia?
2. jika dia pergi hari ini, apa kamu merasa kehilangan dia?